السلام عليكم و رحمة الله و بركاته
Setelah berbulan-bulan libur semester dan Idul Fitri, merasakan nikmatnya hidup "tanpa beban" perkuliahan, akhirnya saya sebagai seorang mahasiswa harus menjalani rutinitas lagi. Ya, rutinitas yang biasa dilakukan oleh para mahasiswa yaitu rapat, eh salah kuliah maksudnya. Dan bukan namanya kuliah jika tak memiliki saudara yang namanya tugas. Tapi tak apa, jangan jadikan tugas seperti beban berat yang tak sanggup dipikul sehingga tubuh terasa lelah tak bertenaga #halah, tapi jadikan tugas seperti sahabat kita yang ngeselin laksana pelaut dan ombak. Sebuah pepatah mengatakan, "Seorang pelaut yang hebat tak lahir dari lautan yang tenang, tetapi dari lautan yang penuh ombak dan badai." #tsaahh #wkwkwk
Kali ini, tugas yang akan saya kerjakan adalah tugas IMK. Saya diminta untuk me-review UI/UX dari sebuah aplikasi. Dan aplikasi yang beruntung untuk saya bahas pada post ini adalah..... Ninja Download Manager #cling #cling....
Sekilas, pasti terlihat apa itu Ninja Download Manager. Ya betul sekali, Ninja Download Manager sebuah aplikasi yang digunakan sebagai akselerator dalam men-download, seperti mas IDM itu loh.. Kenapa saya tertarik membahas Ninja Download Manager? Jawabannya simpel karena aplikasi ini memiliki performa yang sangat baik sebagai sebuah download manager. Dari segi kecepatan, yang saya uji sendiri, memiliki kecepatan yang setara atau bahkan pernah lebih cepat dari mas IDM... #wuuusshhh.. Namun sayangnya, "keindahan" performanya tak seindah tampilan aplikasinya.. Duh, UI/UX-nya itu loh, ngebingungin menurut saya (apa saya doang yang ngerasain?).. Mau tau kenapa saya ngomong gitu?
Lihat nih gambar di bawah ini
Gambar 1. Problem pertama
Pertama, lihat tuh yang dilingkarin merah.. Sekarang saya tanya, bedanya tombol "X" dengan Exit apaan yak? Bukannya biasanya tombol "X" itu menandakan Exit? Oh atau karena mentang-mentang tombol "X" merupakan Close sehingga dianggap beda sama Exit? Waktu pertama saya akses aplikasi ini, saya sempet bingung bedanya apaan.. Tapi karena saya penasaran saya coba saja. Alhamdulillah, untung saja fungsinya beda. Kalo yang "X" buat tutup aplikasi ke icon tray, kalo Exit, buat mematikan proses aplikasi (icon tray hilang). Tapi hal kayak ini sangat rawan terjadi salah tafsir. Kan kasian karena salah tafsir, orang pengen tutup aplikasi ke icon tray dengan mencet Exit yang seharusnya mencet tombol "X". Gak jadi make aplikasinya dah itu mah. Kenapa gak Exit hanya ada di icon tray saja seperti aplikasi pada umumnya?
Kedua, kejadian aneh pada tombol minimize. Orang pada umunya pasti akan ngira tombol minimize gunanya untuk menghilangkan jendela aplikasi dan di"arah"kan ke ikon aktif aplikasi. Nah masalah tombol minimize ini, terjadi ketika aplikasi membuka window selain tampilan utama aplikasi. Misal kalo kita lagi buka window About dari aplikasi (lihat gambar di bawah)
Gambar 2. Jendela About
Kenapa masalah? Tombol ini rawan mengalami multi tafsir.. Banyak orang bisa ngira kalo tombol minimize di atas gunanya untuk minimize tampilan About ini. Tapi ternyata tidak bung, gunanya untuk minimize aplikasi secara keseluruhan. Parahnya lagi, jendela About ini tidak ke tutup pas kita aktifkan lagi jendelanya dari ikon aktif di taskbar.. Minimal jendela About ini hilang dan hanya muncul jendela utama dari aplikasi.. Ckckck..
Masalah Ketiga dari tampilan si aplikasi adalah adanya ketidakgunaan tombol pada aplikasi. Saya menemukan tombol yang tak berguna ini pada jendela About di atas.
Gambar 3. Permasalahan pada tombol About
Ini kan jendela About yak, kenapa harus ada tombol About lagi? Masalah kayak gini bisa mengakibatkan pengguna bingung dari fungsi tombol About di atas. Iya, kalo jendelanya pas gak lagi jendela About mah gak apa-apa, tapi kalo gak? Apalagi bagi pengguna yang baru install aplikasi ini. Jendela pertama yang ditampilkan adalah jendela About. Ketika pengguna iseng nyoba-nyoba mencet tombolnya, seketika mereka bingung dengan tombol About karena tidak ada respon dari aplikasi. Tapi pengguna akan menjadi bingung, ketika mereka memencetnya pada jendela selain jendela About, tombolnya tetiba jadi respon.. Bisa-bisa nyalahin touchpad atau mouse nanti ckckck..
Gambar 4. Jendela utama aplikasi
Problem keempat yang saya temukan adalah keresponan pada beberapa tombol di jendela utama aplikasi. Ada beberapa tombol yang jika dipencet tidak melakukan "animasi" apapun yang menandakan bahwa tombol tersebut dipencet. "Beberapa" yang saya maksud tuh, tombol-tombol di bawah ini nih
Gambar 5. Tombol-tombol pelit animasi
Coba deh dipencet, pasti gak respon apa-apa.. Tapi jangan dipencet dari gambar di atas yak, kalo itu mah gak bakal respon apa-apa wkwkwk.. Maksud saya coba pencet dari aplikasinya langsung, pasti tidak ada animasi yang terjadi. Lagi-lagi, permasalahan ini bisa menyebabkan pengguna menjadi bingung, antara tombol ini disable atau tidak. Karena perbedaan disable atau tidak pun tak terlihat.. Lagi-lagi dan lagi-lagi, touchpad and mouse can be a patsy of the problem..
Dan beberapa permasalahan-permasalahan lain dari UI/UX aplikasi ini.. But, dibalik semua masalah itu, we must appreciate aplikasi ini.. Seperti yang sudah saya jelaskan sebelumnya, aplikasi ini memiliki performa kecepatan download yang menyamai bahkan lebih cepat dari mas IDM.. Dan yang bikin aplikasi ini bener-bener harus kita apresiasi dengan sangat adalah, aplikasi ini Free, tidak Paid seperti mas IDM. Jadi bisalah, bang NDM, panggilan akrab untuk Ninja Download Manager, sebagai pengganti dari mas IDM apalagi buat pengguna yang aplikasi IDM-nya bajakan ckckck

Namanya juga aplikasi gratis pal, mungkin dia kekurangan orang buat nge-handle ui/ux nya
BalasHapusYa, setuju bingits wan...
HapusMemang biasanya kalau aplikasi free yang penting fungsinya jalan, jarang yg memerhatikan ux-nya karena mungkin merepotkan. Wkwkwk. Tapi apapun itu, sebagai pecinta gretongan mungkin aplikasi ini bisa jadi pengganti IDM.
iya sih emang, kebanyakan kelemahan aplikasi gratis dengan performa mumpuni memang terletak pada tampilannya
Hapussepertinya aplikasinya patut di coba tuh bro..apalagi free ckck,,bisa di recomend nh ke yg lain :D
BalasHapussilahkan dicoba dan direkomendasikan :)
HapusWa'alaikumussalam ww. *jawab salam di postingan. wkwk
BalasHapusNice review. Baru tau Ninja Download. Bisa jadi pilihan lain selain IDM. Untuk aplikasi downloader dan gratis sepertinya tidak terlalu masalah dengan UI/UX nya.
memang tampilan aplikasinya masih dapat kita maklumi dengan mempelajarinya.. Tapi bisalah diperbaiki agar bisa bersaing dengan IDM
HapusWah nice info banget pal! baru tau kalo ada ninja download manager . Kalo saja naufal gakngasih penjelasan tentang NDM, saya sebagai orang awam akan kesulitan menggunakannya dan memilih apps lain yang UI maupun UXnya lebih bagus. Thanks yak pal!
BalasHapus